Text
Sepiring Nasi garam
JUMINTEN tak habis pikir terhadap pemuda di hadapannya. Datang. Tiba-tiba langsung mengajukan lamaran, apalagi tanpa didampingi orangtua atau sanak kerabat. Beginikah adat manusia sekarang? "Edang opo kowe, Sur! Orang mau melamar kota tidak bilang bilang. Orang yang mau kawin itu ya tidak begitu caranya. Kita juga perlu menyiapkan diri untuk menerima calon besan, " kata Juminten, nenek Surti. Novel yang pernah disajikan sebagai cerita bersambung di Republika (11 Juli 2006-25 September 2006) dengan judul “Jodoh” ini berkisah tentang Hamdan, seorang pemuda yang telah menjalani lika-liku hidup, lengkap dengan berbagai konflik. Petualangan cintanya berakhir tatkala hatinya terpaut pada Surti, perawan dari desa Mediro. Bagaimanakah langkah Hamdan mewujudkan takdir cintanya?
| P000001NSG | My Library (4) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain